Ada Apa Dengan Telkom?

Image for post
Image for post

Belakangan ini, saya melihat banyak investor yang pesimis dengan saham Telkom (TLKM). Alasan mereka pesimis tidak lain karena harga sahamnya yang cenderung turun sejak setahun terakhir.

Ini grafik yang saya ambil dari Google.

Image for post
Image for post

Bagi investor yang hanya melihat grafik harga, wajar saja mereka pesimis. Tapi apakah TLKM separah itu?

Saya ingin melihat dari segi kinerja perusahaan. Saya ingin coba screening secara sederhana saja.

Sejauh ini, TLKM belum pernah merugi, bahkan selalu untung meski kondisi pandemi saat ini.

Ini data dari RTI.

Image for post
Image for post

Dari segi profitabilitasnya juga sangat bagus, return on equity menyentuh angka 22.90%. Itu sangat besar, melebihi angka BBCA sekalipun. Selainnya, Net Profit Margin juga cukup tinggi, yakni 16,44%.

Nah, untuk likuiditasnya sendiri TLKM memang cukup tinggi. Tingkat DER yang menembus angka 141,83% barangkali membuat sebagian investor khawatir.

Kebiasaan perusahaan yang menggunakan teknologi tinggi memang memiliki DER yang tinggi. Tapi liabilitas yang tinggi belum tentu risikonya juga tinggi, hal ini perlu dilihat lagi secara rinci di laporan keuangan.

Cuma, dari segi valuasi TLKM masih tergolong cukup mahal. Saat ini PBV rasionya berapa pada 2,72 kali (tanpa rerata) dan PE rasio 11.85 kali.

Dengan data sederhana ini saja saya sangat yakin kalau TLKM adalah salah satu dari wonderful company. Lalu apakah saya akan menjadikan TLKM sebagai bagian dari portofolio saya? tentu saja jadi pertimbangan, jika TLKM sudah menyentuh harga wajar dan baru setelah itu akan saya kerjakan PR saya.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store