Ada yang Menarik dengan P2P Lending

Sumber gambar: Unsplash

P2P Lending boleh dikatakan sebagai instrumen baru dalam berinvestasi. P2P lending sepertinya memang belum menarik bagi investor lawas, namun cukup diminati oleh investor milenial.

Saya sendiri memang sudah mendaftar di tiga platform P2P lending, diantaranya Investree, Amartha, dan Akseleran.

Sejujurnya saya baru mendaftarkan akunnya saja, belum pernah melakukan melakukan pendanaan. Alasannya bukan karena P2P lending tidak menarik, hanya saja belum menjadi prioritas saya. Barangkali 2–3 tahun lagi mungkin saya akan coba mulai masuk.

Yang menarik dari P2P lending ini adalah bentuk skema pendanaannya sama seperti bank dan mudah sekali untuk dipahami. Tugas investor (lender) hanya menilai apakah perusahaan yang kita pinjamkan dana mampu bayar atau tidak, tentu kita harus pahami model usaha perusahaan tersebut.

Menjadi lender di P2P lending seolah-olah kita sedang menjalankan bisnis sebuah bank dengan skala kecil.

Cuma yang jadi pertanyaan saya, bagaimana perhitungan pajaknya? karena ini menjadi kebingungan tersendiri, sejauh yang saya pahami pengelola P2P lending belum menerapkan pemotongan kewajiban pajak, yang artinya pihak investor sendiri yang wajib menghitung pajaknya sendiri. Nah, ini barangkali bisa menjadi pekerjaan ekstra.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store