Apakah Saya Berinvestasi pada Emas?

Image for post
Image for post

Di artikel sebelumnya memang saya menceritakan pengalaman saya menabung emas. Bahkan emas merupakan aset pertama saya di tahun 2016 dan 2020 saya kembali membeli emas batangan.

Namun saya lupa memberitahu kalau saya memang “pernah” menabung emas, dan itu bukan investasi. Sekarang, emas tabungan saya seluruhnya sudah saya diversifikasi ke dalam bentuk saham. Yang tinggal hanya emas batangan hadiah ulang tahun untuk istri dan emas kawin.

Jadi jangan salah paham, saya tidak berinvestasi pada emas. Meskipun begitu, emas masih saya sarankan untuk pemula sebelum mereka belajar investasi sesungguhnya.

Alasan saya tidak berinvestasi pada emas karena emas tidak termasuk kriteria investasi yang saya tetapkan. Saya biasanya menggunakan tiga kriteria dasar, yaitu modal, cash flow dan pasif.

Diantara ketiga kriteria diatas, emas tidak memenuhi kriteria cash flow. Emas hanya menghasilkan keuntungan dari kenaikan harga, tidak ada cash flow yang didapat. Artinya tidak ada uang yang masuk secara berkala. Lalu apa yang menyebabkan emas naik harganya?

Ada empat faktor yang paling sering bikin harga emas naik.

Yang pertama, ketika instrumen investasi lain mengalami penurunan harga, banyak orang yang membeli emas sebagai safe haven (melindungi harta dari penurunan harga). Seperti masa wabah covid-19 ini, banyak ketidakpastian dari harga saham membuat permintaan emas pun meningkat.

Yang kedua, emas berkolerasi negatif dengan mata uang dolar US (USD). Ketika USD turun, harga emas akan naik.

Yang ketiga, penurunan suku buka oleh Bank Sentral (BI). Ketika suku bunga turun, orang tentu berpikir dua kali untuk depositokan uangnya ke bank. Nah, sering dalam kondisi begini permintaan emas akan meningkat sebagai alat menabung pengganti deposito.

Yang keempat, inflasi. Ketika inflasi, harga emas dipastikan meroket. Emas dianggap salah satu mata uang global yang diakui di seluruh sudut dunia.

Meski bukan instrumen investasi, mungkin saya masih merekomendasikan anda untuk menyimpan emas. Karena saya pikir emas adalah cara paling aman dan paling mudah untuk menyimpan harta.

Kalau memang anda masih ragu berinvestasi pada deposito, obligasi, dan saham. Anda bisa memulainya dengan menabung emas saja dulu.

Written by

Doctor of Medicine (MD) | Civil Servant | Stock Investor | Digital Entrepreneur

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store