BRIS, Merger Bank Syariah dan Masa Depan Bank Syariah di Aceh

Dengan kekhususannya, Pemerintah Aceh menerbitkan Qanun tentang Keuangan Syariah. Penerapan pemberlakukan keuangan syariah efektif diberlakukan sejak beberapa bulan lalu.

Peraturan keuangan syariah mewajibkan pelaku bisnis finansial harus menerapkan prinsip syariah dalam pelaksanaannya. Sebut saja BRI, BNI, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, dan bank nasional lainnya hanya boleh melayani pembukaan rekening syariah. Jadi, misalkan Anda ingin membuka rekening BRI konvesional, maka pihak BRI langsung mengarahkan anda ke bagian BRI Syariah.

Hal ini pernah saya alami sendiri ketika istri saya ingin membuka rekening BCA konvesional, pihak BCA langsung mengarahkan ke bagian BCA Syariah karena menurut informasi dari mereka sekarang khusus Aceh sudah tidak bisa lagi membuka rekening konvesional.

Nah, yang menariknya, beberapa bulan setelah pemberlakuan keuangan syariah di Aceh, Kementrian BUMN memutuskan untuk melakukan merger ketiga bank syariah BUMN yakni BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah.

Dari ketiga bank diatas, yang sudah tercatat di bursa efeknya hanya BRI syariah, barangkali ini alasan dipilihnya BRI Syariah sebagai induk penerima entitas dalam merger. Sepertinya kode emiten tetap BRIS, tidak berubah, mungkin yang akan berubah nantinya adalah nama bank hasil merger tersebut.

Bagaimana penerapan bank syariah hasil merger ini di Aceh?

Nah ini yang barangkali membuat saya sedikit bingung, karena porsi saham BRI pada bank syariah ini hanya 17,4 %, sedangkan BRI di Aceh memiliki aset yang paling besar. Apakah nantinya gedung milik bank konvesional di Aceh akan berubah menjadi milik bank syariah? karena dalam Qanun sudah dipastikan tidak diperbolehkan lagi adanya transaksi bank konvesional.

Sebagai informasi, saham terbesar dari bank syariah hasil merger dipegang oleh Bank Mandiri sebesar 51,2%, disusul BNI sebesar 25%, lalu BRI 17,4%, publik 4,4%, dan DPLK BRI saham Syariah 2%.

Hasil merger menjadikan bank syariah ini sebagai bank golongan buku III dengan modal inti sebesar Rp. 20,4 Triliun.

Doctor of Medicine (MD) | Civil Servant | Stock Investor | Digital Entrepreneur

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store