Memahami Makna Investasi

Image for post
Image for post

Tahun 2016 adalah awal segalanya dimulai. Awal mulai saya berinvestasi pada instrumen emas. Saat itu, saya masih menilai bahwa emas adalah wadah yang tepat untuk memulai investasi.

Seiring dengan berjalannya waktu dan ditambahnya pengetahuan saya tentang investasi, saya mulai memahami apa yang disebut investasi dan bagaimana cara berinvestasi.

Bagi saya, investasi adalah kegiataan ekonomi yang memerlukan modal untuk dikembangkan agar menghasilkan cash flow, dan dapat dikelola secara pasif.

Barangkali pengertian diatas tidaklah sama dengan pengertian yang ada di buku-buku akademis. Tapi disanalah letak kita memahami makna sebenarnya. Andai kita mampu menarik sebuah pengertian sendiri, artinya kita sudah tahu apa yang sedang kita kerjakan.

Tapi tidak perlu diperdebatkan, karena setiap orang punya hak memahami pengertian investasi sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Alasannya jelas, saya memiliki pengertian seperti itu karena saya pelaku, orang lapangan yang terjun langsung di medan investasi.

Sebagai investor, saya pun harus memiliki pengertian investasi untuk saya sendiri, sehingga pengertian itu menjadi patron untuk saya agar tidak keluar jalur.

Anda boleh mengikuti pengertian dari buku akademisi, Anda boleh memiliki pengertian dari saya, dan Anda pun tidak dilarang untuk mencari pengertian sendiri. Yang terpenting Anda wajib memahami maknanya.

Dalam penjabarannya, saya menetapkan kriteria investasi sebagai pedomannya. Setiap kegiatan ekonomi (yang menghasilkan uang) dapat dikatakan sebagai investasi bila terpenuhi tiga kriteria, yaitu:

  1. Modal
  2. Cash flow
  3. Pasif

Kalau ketiga kriteria diatas tidak terpenuhi, maka kegiatan ekonomi tersebut tidaklah dapat dikatakan sebagai investasi.

Saya akan menjabar ketiga kriteria tersebut.

  1. Modal

Investasi wajib membutuhkan modal, karena tombak untuk menghasilkan uang adalah dengan cara mengembangan uang. Jadi, setiap kegiatan ekonomi tanpa modal, maka belum dapat disebut sebagai investasi.

Contoh kegiatan ekonomi yang tidak memerlukan modal uang: menjadi buruh pabrik atau pegawai. Mereka menghasilkan uang tanpa mengeluarkan uang sebagai modal (dalam arti sebenarnya).

2. Cash flow

Investasi harusnya menghasilkan cash flow tanpa mempengaruhi besaran modal yang ditanamkan. Cash flow dapat diperoleh baik tiap bulan, tiap kuartal, atau tiap tahunnya.

Jika sebuah instrumen tidak mampu menghasilkan cash flow, maka belum bisa dikatakan sebagai bagian dari investasi.

Contohnya adalah logam mulia. Emas tidak mampu menghasilkan cash flow, sehingga emas lebih tepat disebut menabung daripada dengan sebutan investasi.

3. Pasif

Dapat disebut investasi bila dikelola secara pasif, dalam tindakannya tidak memerlukan perhatian lebih besar. Jika harus dikelola secara aktif, maka itu tidaklah tepat disebut sebagai investasi, tapi lebih tepat disebut pekerjaan. Contohnya pelaku trade.

Hanya melalui pengertian dan tiga kriteria investasi itu, saya dapat menilai secara pribadi mana yang boleh saya katakan itu sebuah investasi dan mana yang tidak.

Pemahaman diatas dapat menyelamatkan saya dari kegiatan ekonomi yang merugikan. Bila kita paham, harusnya kita tidak mudah terjebak dalam suatu kegiatan yang dapat menghilangkan uang kita.

Dan yang terakhir, bila Anda berkenan, gunakan pemahaman ini untuk menyelamatkan Anda dari investasi bodong, dari mereka yang ingin mencuri uang Anda, dan mereka yang ingin memperdaya Anda.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store