Emas menjadi awal saya untuk memulai menyisihkan uang dalam bentuk aset. Saat itu, emas menjadi opsi yang paling masuk akal untuk memulai.

Sambil belajar memahami berbagai macam instrument investasi, saya tentu tidak bisa berdiam diri begitu saja. Jadi perlu segera action untuk mengamankan harta saya. Bila saya langsung terjun ke sesuatu yang belum saya pahami, tentu akan sangat beresiko.

Emas merupakan aset yang paling stabil dan mudah. Jika saya menyimpan harta dalam bentuk rupiah, maka nilainya bisa tergerus dengan yang namanya inflasi. Ibaratnya, saya menimbun uang bukannya untung, tapi malah malah merugikan saya secara berlahan.

Kita dapat melihat bila menyimpan uang sebesar Rp. 686.000 pada tahun 2018, maka di tahun 2019 nilai uang kita berubah menjadi Rp. 663.225. Artinya kita kehilangan nilai sebesar — Rp. 22.775 akibat inflasi 3.32%.

Sedangkan bila uang tersebut ditabung ke dalam bentuk emas 1 gram dengan harga Rp 686.000 pada tahun 2018. Maka pada tahun 2019 harga emas yang disimpan naik menjadi Rp. 711.000. Itu artinya, kita memperoleh profit sebesar Rp 25.000.

Kesimpulannya, harga emas mampu mengalahkan inflasi. Artinya, menyimpan harta dalam bentuk emas mampu menjaganya dari resiko menyusutnya nilai mata uang.

Harga emas itu lebih bertahan lama dibandingkan komoditas pertambangan lainnya. Selain itu, tren harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Sifat emas juga sangat likuid, artinya dapat diuangkan setiap saat.

Sifat emas yang likuid, menjadikan emas dapat diperjual-belikan dimana saja di seluruh dunia. Apalagi emas dianggap sebagai global currency.

Emas juga dianggap sebagai instrument yang ramah dan aman bagi siapapun. Apalagi jika pembelian emas disertai dengan sertifikat yang diakui dunia, contoh emas batangan yang sertifikatnya dikeluarkan oleh PT. Antam.

Meskipun tanpa sertifikat, emas masih dapat dijual ke toko-toko emas, ya walaupun harga yang dibeli oleh toko emas tidak berdasarkan harga pasar.

Intinya, menabung emas adalah langkah yang baik bagi pemula yang ingin menerapkan manajemen keuangan yang baik.

Ada banyak cara menabung emas, namun cara paling aman yang saya ketahui ada tiga. Diantara ketiga itu, baru dua yang pernah saya coba sendiri.

1. Menyimpan emas dalam bentuk fisik

Emas yang kita bicarakan adalah emas batangan bersertifikat, bukan emas perhiasan. Karena emas yang nilai jualnya sama dengan harga pasar adalah emas dalam bentuk batangan bersertifikat.

Untuk membeli emas batangan yang bersertifikat, anda bisa membelinya melalui butik Galeri24 milik Pegadaian.

Bila Pegadaian anda tidak punya butik, untuk membeli emas dalam bentuk fisik, mungkin anda akan dikenakan biaya tambahan sertifikat PT. Antam.

Terakhir kali saya membeli emas batangan sebagai hadiah ulang tahun istri saya, daripada membeli barang konsumtif, lebih baik saya menghadiahkan barang yang memiliki nilai value.

2. Menabung dan menitipkan emas di lembaga terpercaya

Bagi yang ingin menabung emas, sekarang sudah sangat mudah. Banyak sekali platform yang memudahkan kita menabung emas, seperti Pegadaian , Indogold, Tokopedia, dan Bukalapak.

Bila menabung melalui platform, anda tidak perlu lagi membeli emas dalam bentuk fisik yang minimal pembeliannya 1 gram. Cukup dengan uang 9000 rupiah, anda sudah dapat memiliki emas seberat 0.01 gram.

Tapi harus diingat, bila ingin menabung emas secara online, wajib hukumnya memilih lembaga tabungan emas yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Membeli emas dengan cara mencicil

Saya pernah ditawari oleh salah satu bank syariah untuk mencicil emas, namun saya belum tertarik karena saya bukan penabung emas rutin.

Doctor of Medicine (MD) | Civil Servant | Stock Investor | Digital Entrepreneur

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store