Musuh Terbesar Investor adalah Diri Sendiri

Image for post
Image for post

Tujuh bulan lalu, harga BRIS hanya sekitar Rp 200/lembar. Hari ini, BRIS tembus Rp 1200/lembar. Lalu muncul kebimbangan dan rasa menyesal kenapa tidak mengambil keputusan untuk membeli BRIS tujuh bulan lalu.

Atau ada cerita begini, lima bulan lalu membeli BBRI di harga Rp 3200/lembar. Lalu bulan lalu BBRI mencapai harga Rp 3600/lembar. Hari ini harganya Rp 3300/lembar. Lalu muncul penyesalan kenapa bulan lalu tidak dijual.

Bagi mereka yang selalu memikirkan harga saham, akan sangat mudah dihantui oleh naik turunnya harga. Bila itu terjadi, maka pasar modal adalah tempat yang sangat menakutkan bagi mereka.

Berbeda bila menempatkan pasar modal sebagai tempat mengambil-alih sebuah perusahaan dari orang lain menjadi milik kita, maka orientasi kita selalu berkata “saya sedang menjalani bisnis”.

Ketika saya menilai pasar modal adalah tempat saya membeli bisnis, maka naik turunnya harga bukanlah sebuah kecemasan buat saya. Karena ketika saya membeli bisnis, artinya saya sudah menilai dengan matang perusahaan yang ingin saya beli.

Maka itu, musuh terbesar investor bukanlah market, melainkan diri sendiri. Ketidakmampuan mengontrol emosi, akan berdampak pada pengambilan keputusan yang irasional.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store