Pengalaman Deposito di BNI Syariah

Saya sepakat, deposito adalah cara termudah dan paling aman dalam memulai investasi. Sebagai salah satu instrumen investasi, deposito cukup bagus untuk dijadikan pilihan bagi pemula atau anak-anak yang hendak diajarkan berinvestasi.

Saat ini, suku bunga acuan BI berkisar 4% saja. Meski dianggap sebagai instrumen investasi, pada kenyataannya imbal hasil yang sebesar 4% hanya dapat menutupi kenaikan inflasinya saja. Secara perhitungan, aset yang kita miliki tidak berkembang dengan baik.

Di tahun 2017, ketika obligasi pemerintah masih menunggu masa pembukaan. Saya coba simpan dana darurat saya di deposito. Saat itu saya memilih menyimpan deposito di BNI Syariah karena alasan tidak terkena pinalti jika saya menarik uangnya sebelum masa tenor dan istri saya adalah nasabah BNI Syariah.

Prediksi pendapatan deposito syariah bisa anda cek melalui simulasi disini. Dari simulasi ini, bila saya mendepositokan uang sebesar Rp 20 juta, maka taksiran bagi hasil 50% nasabah yaitu Rp 85.600. Saya rasa ini cukup bagus untuk menutup nilai inflasi bila dana tersebut dipendam di tabungan biasa sambil menunggu masa pembukaan obligasi.

Proses menabung uang dalam deposito tergolong cukup mudah, saya tinggal datang ke kantor cabang BNI Syariah dengan membawakan buku tabungan BNI Syariah KTP, dan Materai.

Menurut informasi dari CS-nya, minimal uang yang dapat di-depositokan adalah sebesar Rp 1 juta rupiah.

Saya menilih tenor 12 bulan. Tentu masa tenor mempengaruhi jumlah persenan nisbah antara kita dengan pihak bank. Namun uniknya disini, meski tenor boleh diambil hingga 12 bulan, tidak ada pinalti apapun ketika mencairkan uangnya sebelum masa tenor.

Apakah saya bisa menambah nilai Deposito dalam Tabungan yang Sama?

Jawabannya tidak bisa. Seperti halnya saya yang telah mendepositokan uang sebesar Rp 20 juta, maka uang tersebut tetap dalam satu tabungan deposito. Namun bila ingin menambahkan jumlah dana deposito, maka kita bisa menggunakan salah satu cara ini:

Pertama, cairkan terlebih dahulu tabungan deposito yang pertama lalu buka tabungan deposito yang baru dari uang yang telah dicarikan ditambah dengan uang lain yang ingin didepositokan.

Kedua, membuka tabungan deposito yang baru tanpa perlu mencairkan tabungan deposito yang lama. Nantinya kita akan memiliki beberapa tabungan deposito.

Tabungan deposito BNI Syariah dapat dicairkan kapan saja meski belum mencapai masa tenor. Karena menerapkan sistem syariah maka kita tidak akan dikenakan denda atau pinalti ketika hendak mencairkan dana. Inilah yang membedakan antara deposito Syariah dengan deposito Konvesional.

Tabungan deposito BNI Syariah dapat kita cairkan di BNI Syariah dimana saja, tidak harus di cabang tempat awal kita membuka Tabungan deposito BNI Syariah.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store