Rasional Dalam Merencanakan Mimpi

Image for post
Image for post

Saat ini, saya dan banyak orang diluar sana sedang sibuk membangun mimpinya masing-masing. Mimpi yang direncanakan maupun mimpi yang hanya sabatas mimpi seringkali hampir tidak ada bedanya.

Saya bicara ke Julita (istri saya) tentang agenda 5 hingga 10 tahun lagi, apa yang kami rencanakan dan kemana aset ini kami kembangkan.

Sampai suatu ketika saya membaca sebuah buku karangan Andrea Hirata, yang berjudul “Ayah”, saya mulai paham bahwa mimpi harus direncanakan dengan rasional.

Dalam hal ini, kami mencoba merencakan mimpi di masa depan seperti ini:

Di keuangan level 1, mimpi rasional harusnya komposisinya 100%. Artinya harus benar-benar yakin kalau hal ini dapat diwujudkan. Keuangan level 1 berarti memiliki aset lancar $10.000.

Bila sudah terpenuhi level 1, lanjut ke level 2 yang komposisi mimpi rasionalnya 75% dan mimpi yang dicitakan 25%. Keuangan level 2 berarti memiliki aset lancar $50.000

Bila sudah mampu mencapai level 2, lanjut ke level 3 dengan komposisi mimpi rasional 50% dan mimpi yang dicitakan 50%. Level 3 berarti memiliki aset lancar $100.000. Bila mencapai di titik ini, kami termasuk ke dalam golongan orang 1%, yakni golongan orang yang dianggap kaya menurut data statistik.

Lalu level 4 mimpi rasional 25% dan mimpi yang dicitakan 75%. Level 4 berarti memiliki aset lancar $1 juta. Di titik ini, kami menjadi golongan orang kaya menurut persepsi publik Amerika Serikat.

Dan yang terakhir, level 5 saya sudah mampu berpikir mimpi yang dicitakan 100% ketika level keuangan kami diatas $1 juta.

Di level mana kami berada? Akan saya beri tahu 10 tahun yang akan datang.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store